SMK Cinta Kasih Tzu Chi Kunjungi Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra


“Utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, kuasai bahasa asing,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Strategi Kebahasan, Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, dalam sambutannya pada kegiatan kunjungan SMK Cinta Kasih Tzu Chi ke Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra di Kawasan Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Citeureup, Kabupaten Bogor,  Selasa, 10 April 2018.

Perkunjungan tersebut diikuti oleh 102 peserta yang terdiri atas 98 orang siswa kelas XI jurusan akuntansi serta 4 orang guru pendamping. Dalam kesempatan itu, Dr. Joni juga sempat meminta para siswa yang berasal dari daerah, selain dari Jakarta, untuk berbicara dalam bahasa daerah masing-masing. “Bahasa daerah merupakan jati diri kita. Bahasa daerah adalah mozaik Indonesia. Jadi, jangan sampai kita biarkan bahasa daerah kita punah,” tambahnya.

Selain mendengarkan paparan tentang Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra dan melihat-lihat bahan koleksi laboratorium berupa buku bahasa dan sastra daerah, para siswa juga mempelajari cara kerja aplikasi Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra. Para siswa SMK Tzu Chi itu juga mengikuti permainan interaktif yang disiapkan oleh tim PPSDK. Dalam permainan tersebut, mereka melakukan perlombaan secara berkelompok untuk mencocokkan nama bahasa daerah dengan peta buta yang telah disediakan. Pada akhir kegiatan mereka  juga unjuk kebolehan  berupa pergelaran seni.

Rizki, Wakil Kepala SMK Tzu Chi, menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dari pihak PPSDK. Kunjungan tersebut, menurut Rizki, sangat bermanfaat bagi anak didiknya karena sudah memperoleh wawasan baru tentang keberagaman bahasa yang ada di Indonesia. “Anak-anakku, selama ini kalian mungkin lebih sering mendengarkan lagu-lagu berbahasa asing, Inggris atau Korea. Itu tidak salah! Tetapi, ingat,  seperti yang disampaikan oleh Bapak Joni tadi, kuasai bahasa asing! Itu adalah trigatra bangun bahasa nomor tiga. Mulai sekarang kita harus lebih mengutamakan bahasa Indonesia daripada bahasa asing.  Mengapa? Karena bahasa Indonesia menempati posisi nomor satu,” tambahnya. (BPS)